Paradigma Keuangan Yang Umum Tapi Salah

Paradigma, dalam disiplin intelektual adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir, bersikap, dan bertingkah laku. Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual. Demikian definisi paradigma dalam wikipedia. Dalam bidang pengelolaan keuangan bisa diartikan sebagai sebuah cara pandang, berfikir, bersikap dan tindakan seseorang pada setiap dana yang dia miliki.

Hampir semua orang khususnya yang berprofesi sebagai karyawan mengetahui bahwa menabung itu penting namun menabung justru sering diabaikan dalam pengeloaan keuangan mereka tiap bulannya. Sekarang mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing apakah menabung itu penting tidak? Kapan kita harus menabung? Dari banyak orang yang pelosokinfo temui secara spontan mereka selalu menjawab bahwa menabung itu sangat penting namun saat menginjak pertanyaan kedua, kapan kita harus menabung? Jawab mereka yaitu “nanti jika ada sisa”. Apakah jawaban anda juga seperti itu?

Berikut beberapa gambaran pardigma yang sangat umum diterapkan seseorang dalam hidupnya:

Kendala paling besar yang secara tidak sadar dialami banyak orang dengan menerapkan pola seperti beberapa contoh di atas adalah “merasa masih punya uang”.

Kecenderungan orang akan mengedepankan gengsi dan kesombongan karena dalam pola pikirnya lebih mengedepankan hiburan dan bersenang-senang daripada kondisi masa depan.

 

*NB: pelosokinfo segera mewujudkan tulisan yang lebih lengkap dalam bentuk buku*

3 Replies to “Paradigma Keuangan Yang Umum Tapi Salah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *