Langkah 1 Analisa Keadaan Ekonomi Anda Saat Ini

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menganalisa keadaan atau kondisi perekonomian kita saat ini bagaimana. Penting sekali untuk mengetahuinya karena hal ini akan sangat menentukan langkah – langkah berikutnya. Berhasil tidaknya sebuah tujuan tentunya sangat ditentukan oleh langkah awalnya. Analisa ini berguna untuk mengetahui “modal” yang sudah dimiliki untuk menghadapi tantangan-tantangan perekonomian dikemudian hari. Jangan sampai kita salah menentukan arah, harapan dan tujuan karena ketidaktahuan “modal” yang kita miliki.

 

 

 

Jangan sampai kita memutuskan menyeberang sungai dengan sepeda, atau memilih menuju jembatan yang berjarak 10 km padahal kita punya rakit untuk menyeberang sungai dengan aman.

Jangan pula memutuskan membangun garasi padahal mobil tidak bisa masuk gang.

Jangan nekat menyusuri pelosok pegunungan saat bensin di tangki motor sudah menipis.

 Jadi, pelajari situasi untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Demikian juga dalam pengelolaan keuangan, pelajari dan kenali situasi yang ada saat ini sehingga penggunaan uang bisa tepat guna dan tepat sasaran. Banyak terjadi di sekitar kita seseorang terlilit masalah keuangan, hutang di sana dan di sini, setiap bulan kesibukan paling utama adalah menggali lubang untuk menutup lubang yang lama. Jika ditelusuri sebenarnya kondisi tersebut adalah akibat salah pengambilan keputusan terkait keuangan.

Baca juga:

Mengukur Kemampuan Maksimal Anda Untuk Menabung

Ubah Mindsetmu Dalam Pengelolaan Keuangan

Untuk Meraih Kesuksesan Ekonomi Kita Perlu Belajar Dari Pengalaman

Produk Keuangan Paling Mendasar Untuk Perencanaan Keuangan

 

Cerita di bawah ini mungkin juga terjadi di lingkunan atau bahkan di keluarga anda sendiri? Seseorang setiap harinya selalu saja mengeluh kesulitan keuangan padahal jika dilihat mata, harta di keluarga tersebut cukup banyak dan wah. Selidik punya selidik ternyata jauh hari sebelumnya dia telah memutuskan untuk membelikan motor sport seharga 35 juta untuk putera keduanya di saat ulang tahun ke 17 secara kredit selama 4 tahun, namun dia lupa bahwa setahun setelah keputusan tersebut puteri pertamanya harus masuk perguruan tinggi. Solusi yang dipilih adalah mencari hutangan lagi 10 juta karena hanya memiliki dana 5 juta saja untuk melanjutkan pendidikan sang puteri. Dua tahun terakhir sang bapak kelabakan memenuhi kewajiban bayar kedua cicilan karena di luar dugaan bahwa biaya kuliah puteri pertama begitu banyak, belum lagi kebutuhan operasional motor sport putera kedua melebihi motor-motor biasa dan ditambah biaya sehari – hari keluarga yang semakin tinggi karena inflasi. Karena kondisi yang sulit selama 2 tahun terakhir ternyata mengakibatkan hal yang fatal, “lubang – lubang” baru ternyata sudah terbentuk begitu banyak untuk menjalani hidup dengan kondisi “besar pasak dari pada tiang”.

Pada contoh kondisi di atas bias dilihat bahwa kesulitan ekonomi kadang karena kita sendiri penyebabnya. Kesalahan dalam mengambil keputusan terutama terkait uang yang besar bagi kita maka akibanya bias dirasakan hingan jangka waktu yang lama.

Lantas bagaimana dan apa saja yang harus dianalisa dalam perekonomian pribadi maupun keluarga? Ada 2 hal yang perlu dipelajari, tunggu artikel berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *